Itu hari, saya nampak satu papan iklan besar. Tulisnya: "Wrote a book about living while dying."
Papan iklan itu konon mahu mempromosi seorang penulis yang menulis buku tentang kehidupan semasa dia menghadapi maut.
Tapi saya terfikir. Ingat dia seorang sahajakah yang sedang menghadapi maut?
Bukan kah SEMUA makhluk Allah juga sedang menghadapi maut?
Jadi saya boleh juga tulis, "Blogging while dying."
Atau:
"Riding a bus while dying."
"Studying microbial physiology while dying."
"Taking cell biology exam while dying."
"Doing math while dying."
Sebab hakikatnya kita semua pun sedang mendekati ajal.
Ops. Anda baru habiskan 15 saat dalam hidup anda membaca catatan ini, dan kini anda sudah 15 saat semakin dekat dengan maut.
*~*~*
Tapi kita jarang fikir tentang ajal yang semakin dekat kan?
Seolah-olah ajal itu cerita kita boleh fikirkan lain kali.
Macam kita boleh tundakan ajal.
:(
*~*~*
Antara Socrates dan Salamis: Merenung ‘Kerosakan’ Anak Muda dalam Memori
Sejarah
-
“Berbaloi pelaburan €2 aku!” Saya mengomel sendirian. Saya sedang membaca
buku Corrupting Youth: Political Education, Democratic Culture, and
Political The...
4 months ago
No comments:
Post a Comment